Presidensi G-20, Jokowi: Jangan Ada Letupan

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Presidensi G-20di Bali menjadi agenda besar nasional yang perlu dikawal oleh jajaran Polri. Karena itu, ia berhadap tidak terjadi letupan-letupan sekecil apa pun yang dapat mengganggu penyelenggaraan KTT G-20.

“Jangan sampai ada letupan-letupan sekecil apa pun yang berkaitan dengan keketuaan kita di G-20. Dan kemarin sudah dimulai, karena ada 150 meeting di dalam kegiatan G-20 ini. Meeting-meeting besar,” kata Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Kepala Kesatuan Wilayah (Kasatwil) Tahun 2021 di Candi Ballroom, Hotel The Apurva Kempinski, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, pada Jumat (3/12/2021).

Menurut Jokowi, penyelenggaraan KTT G-20 merupakan wajah Indonesia dihadapan negara-negara besar. Ditambah lagi, Indonesia merupakan negara berkembang pertama yang menjadi Presidensi G-20.

Baca Juga: Presidensi G-20, Indonesia Berkomitmen Atasi Perubahan Iklim

“Ini adalah wajah Indonesia, dan kita adalah negara berkembang pertama yang yang menjadi Ketua G-20,” ujar Jokowi.

Ia mengingatkan KTT G-20 diikuti negara-negara yang memiliki PDB besar. Seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Rusia, Prancis, Jerman, Italia, Inggris, Brasil, Australia, Arab Saudi, Korea dan Jepang.

“Ingat, bahwa G20 ini adalah negara-negara dengan PDB besar, negara-negara dengan GDP, growth domestic product yang gede, yang ada di dunia ini. Pendapatan domestik bruto yang gede,” terang Jokowi.

Menjadi bagian dalam KTT G-20 ini, ditegaskan Jokowi merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi bangsa dan negara Indonesia. “Dan kita sudah berada di dalamnya. Sehingga harus menjaga betul-betul kehormatan dan kepercayaan yang diberikan kepada negara kita Indonesia. Sehingga sekali lagi, harus kita jaga betul,” tegas Jokowi.



Penulis: Lenny Tristia Tambun / LES
Sumber: BeritaSatu.com

#KTT G-20 #Presidensi G-20 #Presiden Jokowi #Presiden ke Bali

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Kembangkan Layanan, Bank Aladin Dilatih Tim Google

IPO, Saham Net TV Tercatat di BEI

IHSG Berbalik Melemah di Akhir Sesi I

Sudah Lebih 10.000 Kasus, Ini yang Baru Diketahui tentang Subvarian BA.2

2021, KPK Tangkap 123 Tersangka dengan Pengembalian Negara Rp 416,9 M

KSP Harus Optimalkan Lahan Perumahan Krakatau Steel Menjadi Lebih Modern

KIPI pada Anak Cenderung Lebih Rendah Dibanding Dewasa dan Lansia

Singapura Dukung Presidensi G-20 Indonesia

Digelar 14 Februari 2024, Ketua DPR Harap Persiapan Pemilu Bisa Lebih Matang

10.000 Lebih Kasus, Turunan Varian Omicron BA.2 Terdeteksi di 47 Negara

BERITA TERPOPULER