PAN: Koalisi Indonesia Bersatu Tidak Akan Ganggu Pemerintah

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi memastikan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) tidak akan mengganggu pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf). Kehadiran koalisi bentukan PAN, Partai Golkar dan PPP ini justru akan memperkuat kinerja pemerintah.

Hal ini disampaikan Yoga menanggapi kritikan dari Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang menilai KIB terlalu awal dibentuk dan berpotensi mengganggu kinerja pemerintahan Jokowi-Ma'ruf dalam menjalankan program-programnya.

Baca Juga: Airlangga: Koalisi Indonesia Bersatu Sesuai Harapan Presiden Jokowi

“Koalisi Indonesia Bersatu dijamin tidak akan mengganggu kinerja pemerintahan karena pak Airlangga (Airlangga Hartarto) dan pak Suharso (Suharso Monoarfa) adalah menteri presiden. KIB justru bertanggung jawab atas peningkatan kinerja pemerintahan,” ujar Viva kepada wartawan, Sabtu (21/5/2022).

“KIB tetap berkomitmen dan bertanggung jawab atas peningkatan kinerja pemerintah, karena KIB merupakan bagian dari pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin,” tegasnya.

Viva mengatakan adanya KIB justru menjadi momentum yang baik untuk mentradisikan koalisi atau penggabungan parpol dalam mempersiapkan Pilpres 2024. Koalisi pilpres, kata dia, tidak lagi harus diputuskan pada masa injury time atau last minute.

“Adanya kesepakatan sejak awal akan mempermudah untuk merencanakan platform koalisi dalam rangka visi Indonesia dan pemerintahan ke depan,” ucapnya.

Baca Juga: Sindir Koalisi Indonesia Bersatu, PDIP: Terlalu Awal

Viva menambahkan pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu juga menjadi bagian dari proses pendidikan politik rakyat bahwa pemilu harus diarahkan ke ranah rasional, modern, terukur, transparan, akuntabel, mencerdaskan, dan menggembirakan. Jika beberapa silaturahmi antara pimpinan partai politik masih belum menemukan format koalisi, kata dia, tentu perlu pendalaman lebih lanjut, terutama tentang platform, visi dan rencana kerja, figur dan posisi, serta variabel penilaian lainnya.

“Upaya kreatif masing-masing partai politik untuk saling pendekatan, saling lirik, saling jatuh cinta, dan bersepakat akan menuju pelaminan politik adalah hak dasar dari partai politik yang tentu dijamin oleh UUD 1945 dan diperjelas di UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Hasto Kristiyanto merespons lahirnya Koalisi Indonesia Bersatu. Menurut Hasto, sah-sah saja sebenarnya partai menyiapkan diri untuk menghadapi Pemilu 2024, namun tidak seharusnya membawa kontestasi terlalu awal karena hanya akan membuang energi.

“Jangan membawa kontestasi terlalu awal, yang kemudian membuang energi kita bagi perbaikan dan kemajuan bangsa dan negara pascapandemi. Ini yang kita dorong,” ujar Hasto di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (20/5/2022).



Penulis: Yustinus Paat / CAR
Sumber: BeritaSatu.com

#Koalisi Indonesia Bersatu #PDIP #Hasto Kristiyanto #Jokowi #Partai Amanat Nasional

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Sambut Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke TMP Kalibata

Wahana Antariksa Tiongkok Rekam Gambar Seluruh Planet Mars

KAI Commuter Gelar Kampanye Cegah Tindak Kekerasan

Hikmahbudhi Sayangkan Renovasi Wihara di Sukabumi Ditolak Ormas

Listrik PLN Kini Terangi Kampung Boldon di Papua Barat

Tiba di Kyiv Ukraina, Misi Perdamaian Jokowi Dimulai

Airlangga Hartarto Bahas Sepak Bola Bersama Ronaldinho

Bantuan untuk Korban Banjir Pamijahan Terkendala Medan

Analis Bloomberg Prediksi Pendapatan SILO Terus Tumbuh pada Tahun Ini

Ke Ukraina Bawa Misi Perdamaian, Jokowi: Semoga Dimudahkan

BERITA TERPOPULER