Hadapi Cacar Monyet, Inggris Beli 20.000 Dosis Vaksin

London, Beritasatu.com – Menghadapi cacar monyet yang terus meningkat kasusnya di Eropa, Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) pada Kamis (26/5/2022) mengatakan, telah membeli lebih dari 20.000 dosis vaksin cacar buatan Bavarian Nordic.

Vaksin itu diberikan untuk mengidentifikasi kontak erat dari si penderita cacar monyet guna mengurangi risiko infeksi simptomatik dan penyakit parah, tulis UKHSA di Twitter.

Di Eropa, vaksin perusahaan Denmark itu hanya disetujui untuk cacar, namun kini dipakai di luar label untuk cacar monyet.

Sementara itu, di Amerika Serikat vaksin tersebut diizinkan untuk dipergunakan melawan cacar dan cacar monyet.

Baca Juga: Waspada, Cacar Monyet Bisa Menular Lewat Cairan Tubuh

Virus cacar dan cacar monyet sangat erat kaitannya. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), generasi pertama vaksin cacar memiliki keampuhan hingga 85 persen dalam mencegah cacar monyet.

Belum Mendesak
Menghadapi wabah cacar monyet di luar Afrika, WHO menilai tindakan vaksinasi massal belum mendesak. Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (24/5/2022), langkah-langkah kebersihan yang baik dan perilaku seksual yang aman akan membantu mengendalikan penyebarannya.

Kepada Reuters dalam satu wawancara, Richard Pebody, yang memimpin tim patogen ancaman tinggi di WHO Eropa, juga mengatakan bahwa pasokan langsung vaksin dan antivirus relatif terbatas.

Komentar Pebody muncul ketika Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menyatakan sedang dalam proses merilis beberapa dosis vaksin Jynneos untuk digunakan dalam kasus cacar monyet.

Pada Senin (23//20225), Pemerintah Jerman menyatakan sedang menilai opsi untuk vaksinasi, sementara Inggris telah menawarkannya kepada beberapa petugas kesehatan.

Otoritas kesehatan masyarakat di Eropa dan Amerika Utara sedang menyelidiki lebih dari 100 kasus yang dicurigai dan dikonfirmasi dari infeksi virus dalam wabah virus terburuk di luar Afrika, tempat penyakit itu merupakan endemik.

[#pagebreak#]

Langkah-langkah utama untuk mengendalikan wabah adalah pelacakan kontak dan isolasi, kata Pebody, seraya mencatat bahwa cacar monyet bukan virus yang menyebar dengan sangat mudah, juga sejauh ini tidak menyebabkan penyakit serius.

“Vaksin yang digunakan untuk memerangi cacar monyet dapat memiliki beberapa efek samping yang signifikan,” tambahnya.

Tidak jelas apa yang mendorong wabah itu, dengan para ilmuwan mencoba memahami asal usul kasus dan apakah ada sesuatu tentang virus yang telah berubah. "Tidak ada bukti virus telah bermutasi," ujar seorang eksekutif senior di badan PBB itu secara terpisah pada Senin.



Penulis:  / LES
Sumber: ANTARA

#Cacar Monyet #Inggris #Vaksin #WHO

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Ke Ukraina Bawa Misi Perdamaian, Jokowi: Semoga Dimudahkan

Konstitusi Uzbekistan Jamin Perlindungan Hak Warga Negara

Malaysia Open: Tekuk Duet Tiongkok, Ahsan/Hendra ke 16 Besar

KPK Usut Dugaan Penggunaan Tanah Warga untuk IMB Summarecon

Unik! Pedagang Hewan Kurban di Depok Jual Domba Tanduk Empat

Tarif ke Taman Nasional Komodo Rp 3,75 Juta Bikin Resah

Pengamat Ingatkan Waspada Potensi Krisis Ekonomi seperti Sri Lanka

KPK Pertanyakan ICW yang Hanya Ungkit Harun Masiku

Transisi Pandemi, Perekonomian Nasional dan DKI Akan Melesat

Cakupan Rendah, Bulan Imunisasi Anak Nasional Digelar

BERITA TERPOPULER