Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas ke Arah Barat Daya

Yogyakarta, Beritasatu.com - Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah meluncurkan tiga kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum sejauh 2 kilometer ke arah barat daya pada Kamis (26/5/2022).

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida melalui keterangan resminya di Yogyakarta menjelaskan awan panas guguran pertama terjadi pada pukul 11.26 WIB ke arah barat daya sejauh 1,8 km.

"Tercatat di seismogram dengan amplitudo 30 mm dan durasi 146 detik," kata dia.

Baca Juga: Indonesia Alami 150 Erupsi Gunung Api dalam Dua Dekade Terakhir

Selanjutnya, awan panas guguran kedua terpantau meluncur sejauh 2 km pada pukul 16.43 WIB ke arah barat daya, amplitudo maksimum 50 mm, serta durasi 189 detik.

Awan panas guguran kembali terpantau keluar dari Gunung Merapi pada pukul 17.27 WIB ke arah barat daya sejauh 1.600 meter dengan amplitudo maksimum 21 mm, serta durasi 146 detik.

Sementara itu, pada periode pengamatan pukul 12.00 sampai 18.00 WIB, BPPTKG juga mencatat dua kali gempa awan panas guguran di Gunung Merapi dengan amplitudo 21-50 mm selama 146.4-189,1 detik, 17 gempa guguran dengan amplitudo 3-21 mm selama 18,1-223,1 detik.

[#pagebreak#]

Berikutnya, lima gempa fase banyak dengan amplitudo 3-18 mm, selama 5,8-9,6 detik, dan satu kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 35 mm selama 11,6 detik.

Hingga kini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

Guguran lava dan awan panas dari Gunung Merapi bisa berdampak ke area dalam sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong (sejauh maksimal lima kilometer) serta Sungai Bedog, Krasak, Bebeng (sejauh maksimal tujuh kilometer).

Baca Juga: PBB: 20.000 Orang Jadi Tunawisma Akibat Letusan Gunung Api di Kongo

Selain itu, guguran lava dan awan panas dari Gunung Merapi bisa berdampak ke area di sektor tenggara yang meliputi Sungai Woro (sejauh maksimal tiga kilometer) dan Sungai Gendol (sejauh lima kilometer).

Apabila gunung api itu mengalami letusan eksplosif maka lontaran material vulkaniknya dapat menjangkau daerah dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung, demikian Hanik Humaida.



Penulis:  / JEM
Sumber: ANTARA

#Gunung Merapi #Merapi Erupsi #Awan Panas #Yogyakarta

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Sawit Sumbermas Sarana Raih Sindikasi Pinjaman Rp 3,6 T

Berantas Korupsi di BUMN, Langkah Erick Thohir Tuai Pujian

Legalisasi Ganja di Indonesia, Ini Respons Mabes Polri

Nikita Sebut Kepolisian Berbohong Terkait Penggerebekan Rumahnya

Singapura Laporkan Kasus Harian Covid-19 Tertinggi dalam 3 Bulan

Ganja Medis, Legislator: Sikapi dengan Kehati-hatian

Bukalapak Perkirakan EBITDA 2022 Datar Dibanding 2021

KSP: Kuota Hampir Habis, Pertalite dan Solar Harus Dibatasi

Kasus Korupsi E-KTP, KPK Panggil Eks Mendagri Gamawan

Rambah Pasar Indonesia, Defunc Rilis Empat Earbud Nirkabel

BERITA TERPOPULER