Digelar atau Tidaknya PON 2020 Tunggu Putusan Bersama

Jakarta, Beritasatu - Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot Dewa Broto menyatakan keputusan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020 digelar sesuai rencana Oktober mendatang atau ditunda karena wabah virus corona (Covid-19), masih menunggu keputusan bersama.

“Untuk PON Papua ini memang kita belum memutuskan apapun secara sepihak saja tanpa melibatkan yang lain meskipun sudah ada desakan dari Komisi X DPR RI untuk menunda. Saat ini masih menunggu rapat virtual dari Presiden bersama Gubernur Papua, Menpora, dan anggota kabinet lainnya. Kami masih menunggu,” ujar dia ketika dihubungi Minggu (29/3/2020).

Saat ini, lanjut Gatot, biarkan dahulu Menpora berkomunikasi dengan Gubernur Papua bersama KONI dan cabang olahraga untuk selanjutnya melaporkan kepada Presiden Jokowi.

"Bagi pemerintah keselamatan masyarakat di bidang olahraga atlet, pelatih, ofisial yang kita utamakan, mohon doanya supaya pandemi corona ini segera berakhir dan kita normal kembali mempersiapkan segala kegiatan dan aktivitas keolahragaan kita," ujarnya.

Sebelumnya, Menpora Zainudin Amali, mengakui saat rapat terbatas (ratas) yang terakhir diikuti tetap on schedule tetapi akan melihat bagaimana perkembangan situasi dan kondisi dari pandemi corona atau Covid-19 ini pada hari-hari atau bulan-bulan mendatang.

"Kalau memang kita harus mengambil keputusan untuk tunda, tentu kita tunda. Tetapi jika situasi makin mereda dan kesiapan untuk pelaksanaan PON 2020 tidak terganggu secara signifikan maka saya kira tetap akan dilangsungkan sesuai rencana," ujarnya

"Tetapi itupun bukan menjadi keputusan Menpora sendiri, tentu saya akan berdiskusi dengan KONI Pusat, Konida, dan cabor-cabor karena mereka telah mempersiapkan jauh-jauh hari, tetapi inilah situasi yang memang harus kita hadapi tidak ada satupun di antara kita yang bisa melawan situasi ini," tambahnya.

Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman mengatakan pihaknya masih memantau kondisi pandemi virus corona di Indonesia sebelum memutuskan nasib PON Papua. Jika dalam satu hingga dua bulan kasus Covid-19 terus meningkat, KONI mengusulkan PON untuk ditunda.

"Kami masih berasumsi PON masih sesuai jadwal yakni pada Oktober 2020. Tapi kami juga akan melihat, jika kasus corona terus meningkat satu atau dua bulan, KONI memberikan saran ke pemerintah agar PON ditunda," jelas Marciano.

Menurutnya, keselamatan dan kesehatan atlet serta ofisial tim akan tetap jadi prioritas utama pada PON 2020 Papua. KONI saat ini masih terus berkomunikasi dengan pimpinan cabang olahraga, KONI daerah dan juga Pengurus Besar (PB) PON.

"Tentu kondisi ini kan bukan hal yang bisa diduga. Keselamatan dan kesehatan atlet akan tetap jadi prioritas. Tapi kita berharap dalam satu hingga dua bulan ke depan tren kasus corona bisa menurun," jelasnya.

Selain itu, KONI meminta pimpinan cabang olahraga mengatur sistem pemusatan atlet daerah (pelatda) sesuai protokol kesehatan agar tidak terpapar Covid-19. Marciano tidak memungkiri, kondisi saat ini berpengaruh terhadap persiapan atlet. 



Penulis: Hendro D Situmorang / JAS
Sumber: BeritaSatu.com

#PON 2020 #PON Papua

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Bank Dunia Setujui Pendanaan Tanggap Darurat Covid-19 di Indonesia

Teh Pucuk Harum Bagikan Donasi ke Pelaku UMKM Kuliner

Menaker: Isu TKA Tiongkok Kasus Lama

Setiap Tahun, Industri Rokok Mencari Perokok Baru

Tantangan Baru Para Musisi di Era New Normal

Kabupaten Bogor Perpanjang PSBB Sampai 4 Juni 2020

Perpanjangan SIM Dibuka Kembali 30 Juni 2020

Pemkot Tangerang Kaji Salat Jumat Dibagi 3 Kloter

Pemprov Jatim Belum Siap Terapkan New Normal

Ketua Tim Pengawas Covid DPR: Pelaksanaan New Normal Harus Super Ketat

BERITA TERPOPULER