Gagal Sapu Bersih Grand Slam, Djokovic Justru Lega

New York, Beritasatu.com - Kekalahan Novak Djokovic di tangan Daniil Medvedev di final AS Terbuka membuat dia gagal sapu bersih gelar grand slam kalender tahun 2021. Namun petenis nomor satu dunia asal Serbia itu justru lega karena tekanan untuk mengejar kesempurnaan itu telah berakhir.

Djokovic meneteskan air mata setelah upayanya yang melelahkan -- baik secara fisik maupun emosional -- untuk menjadi orang pertama sejak 1969 yang memenangi empat Grand Slam tahun ini berakhir dengan kekalahan yang mengejutkan dari unggulan kedua asal Rusia Daniil Medvedev.

"Lega," kata Djokovic yang berusia 34 tahun ketika ditanya bagaimana perasaannya usai pertandingan.

Baca JugaAS Terbuka: Medvedev Kandaskan Ambisi Djokovic

"Saya senang ini sudah berakhir karena persiapan untuk turnamen ini dan segala sesuatu yang secara mental, emosional harus saya tangani sepanjang turnamen dalam beberapa pekan terakhir ini sangat banyak. Banyak yang harus ditangani," Djokovic melanjutkan, Senin (13/9/2021).

Sejak awal, Djokovic tidak mampu menyamai level yang dibawa oleh Medvedev. Petenis berusia 25 tahun ini membuktikan keberaniannya dan semakin kuat saat pertandingan berlangsung kecuali beberapa ketegangan di akhir pertandingan. Kemenangan di final ini membawa Medvedev menyabet gelar grand slam pertamanya.

Djokovic mengaku bahwa waktu yang dihabiskan di lapangan tahun ini akhirnya memakan korban dan dia merasa kekurangan energi.

"Kaki saya tidak ada di sana. Saya mencoba. Saya melakukan yang terbaik. Ya, saya membuat banyak kesalahan sendiri. Saya tidak punya – tidak ada servis yang benar-benar bagus," kata Djokovic.

Baca JugaAS Terbuka: Taklukkan Djokovic di Final, Ini Kata Medvedev

"Jika Anda bermain melawan seseorang seperti Medvedev yang memukul dengan sangat baik, ace, mendapat banyak poin gratis pada servis pertamanya, Anda terus-menerus merasakan tekanan pada permainan servis Anda."

"Sejujurnya, saya bermain di bawah standar. Jadi ini adalah salah satu hari kurang beruntung, ya, belum jodohnya."

Selama pertandingan final, yang juga memupuskan harapan untuk meraih rekor grand slam ke-21, emosi menguasai petenis Serbia itu. Dia bahkan sempat memegang handuk di wajahnya dan menangis, kewalahan oleh dukungan yang dia dapatkan dari penonton.

Baca JugaJuara AS Terbuka, Ini Komentar Emma Raducanu

Djokovic, yang kini sejajar dengan Roger Federer dan Rafael Nadal mengoleksi 20 gelar grand slam, mengatakan air mata adalah hasil dari perasaan yang belum pernah dia alami sebelumnya dari penonton New York.

"Penonton membuat saya sangat istimewa. Mereka mengejutkan saya. Saya tidak tahu, saya tidak mengharapkan apa pun, tetapi jumlah dukungan, energi, dan cinta yang saya dapatkan dari penonton adalah sesuatu yang akan saya ingat selamanya," kata Djokovic.

"Maksud saya, itulah alasan saya menangis. Emosi, energinya sangat kuat. Maksud saya, sekuat memenangi grand slam ke-21. Itulah yang saya rasakan, jujur. Saya merasa sangat, sangat istimewa," dia menambahkan.



Penulis:  / JAS
Sumber: ANTARA/Reuters

#Novak Djokovic #Grand Slam #Daniil Medvedev #AS Terbuka #US Open #Hasil AS Terbuka #Hasil US Open

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Prima Protect Plus Bagikan Paket Sanitasi untuk Mitra Grab

Brasil Sudah Vaksinasi Covid 90% Populasi

Pemberdayaan Masyarakat, PT TCM Gandeng ISSF

Bus Terbakar di Tol Semarang-Solo

Pemerintah Siapkan Bonus untuk Tim Piala Thomas 

Iran Nyatakan Tuntutan Kesepakatan Nuklir

Kongres JKPI Tetapkan 8 Ibu Kota Kebudayaan

Airlangga Apresiasi Polri Dukung Kebijakan Pemerintah

Usut Pelanggaran HAM di Piniai, Kejagung Harus Transparan

Kasus Aset Nirina Zubir, Polisi Telusuri TPPU

BERITA TERPOPULER