Menko PMK: Selain Covid-19, Malaria Patut Diwaspadai Saat PON

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut, malaria sebagai penyakit yang perlu diwaspadai selain Covid-19 selama penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

"Jangan cuma Covid-19 saja, tetapi Papua ini saya lihat juga masih rentan untuk penyakit-penyakit lain terutama malaria. Jadi tolong ini juga agar diperhatikan kesiapan layanan kesehatannya,” kata Muhadjir Effendy dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Jumat (17/9/2021).

Muhadjir mengatakan, pemerintah dan panitia penyelenggara mengeklaim segala persiapan mulai dari sarana prasarana hingga perlengkapan pertandingan selesai sesuai target dan tinggal memasuki tahap penyempurnaan.

“Insyaallah, selesai untuk sarana prasarana. Segala masukan nanti akan kita detailkan dan kita upayakan untuk coba diakomodasi,” ujarnya saat memimpin rapat persiapan penyelenggaraan PON XX Papua secara daring.

Baca Juga: PON XX Papua, Polri-TNI Siapkan Langkah Cegah Gangguan KKB

Muhadjir mengingatkan panitia penyelenggara maupun Dinas Kesehatan Papua untuk memperhatikan kesiapan layanan kesehatan. Bukan hanya dalam hal pencegahan dan penanganan Covid-19, tetapi juga penyakit lain seperti malaria.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan, malaria merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh parasit plasmodium melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Tingkat keparahan malaria bervariasi berdasarkan spesies plasmodium.

Gigitan
Penyakit ini dapat menular dari satu manusia ke manusia lain melalui gigitan nyamuk anopheles yang terinfeksi parasit hingga menyebabkan gejala ringan sampai parah, tergantung jenis parasit dan kondisi tubuh penderita.

Baca Juga: PON XX, Pemerintah Siapkan KM Tidar untuk Isoter dan Vaksinasi

Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, situasi kasus malaria di Indonesia mengalami penurunan sejak 2010 sampai 2020.

Pada 2010 kasus positif malaria di Indonesia mencapai lebih dari 465.000, sementara pada 2020 kasus positif menurun menjadi sekitar 235.000.

"Namun, penurunan ini cenderung stagnan pada tahun 2014 sampai 2019. Akan tetapi, secara keseluruhan terjadi penurunan kasus malaria di hampir seluruh provinsi di Indonesia dari tahun 2015-2020," katanya.

Maxi mengatakan, Papua masuk dalam kelompok provinsi yang belum mencapai target eleminasi malaria pada 2020 bersama Maluku dan Papua Barat.

Berdasarkan capaian endemisitas per provinsi pada 2020, kata Maxi, terdapat tiga provinsi yang telah mencapai 100 persen eliminasi malaria, antara lain DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Bali.



Penulis:  / BW
Sumber: ANTARA

#Malaria #Covid-19 #PON #Menko PMK #Muhadjir Effendy

BAGIKAN

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

Kemtan Raih Penghargaan Tertinggi Keterbukaan Informasi Publik 2021

Pemkot Tangerang Uji Coba Penerapan PeduliLindungi di Dua Pasar Tradisional

IHSG Cenderung Flat di Sekitar Garis Datar pada Awal Sesi

Pilih Tiongkok, 5 Pesepakbola Top Ini Rela Hengkang demi Uang

IHSG Rawan Koreksi, Pantau AGRO, SAME, FREN, dan ACES

Hapuskan Ketentuan Swab PCR Saat Naik Pesawat Menggema di Media Sosial

Piala Liga: Chelsea ke Perempat Final, Tuchel Lega

Fokus Pasar: Prospek CPO Curi Perhatian Investor

2035, Singapura Akan Impor 30% Energi dari Sumber Rendah Karbon

Harga PCR Sebaiknya di Bawah Rp 200.00 dan Diberlakukan di Semua Moda

BERITA TERPOPULER